Temu Solusi Pemasaran Produk UMKM melalui Media Online

 Pelatihan UMKM Solo- Pose In HotelPemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus membekali diri dengan kemampuan IT (Information and Technology) dan ilmu marketing. Tujuannya, agar produknya semakin dikenal dan mampu bersaing dengan produk asing yang semakin membanjiri pasar dalam negeri. “Selain itu, mereka juga harus bisa memasarkan produknya dengan baik sehingga konsumen tertarik membelinya,” kata Pejabat Deputi Urusan Informasi dan Publikasi Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM Bp. Mangatas dalam acara Temu Solusi Pemasaran Produk KUKM melalui Media Online di Hotel Pose In Surakarta, Kamis 14 November 2013 sebagai safari terakhir Departemen Koperasi dalam sosialisasi. Dijelaskan, pengusaha UMKM harus memiliki kemampuan IT karena Indonesia segera menyongsong era perdagangan bebas di kawasan negara-negara ASEAN yang dikenal dengan sebutan “ASEAN Free Trade Area” (AFTA) pada 2015. “Jika ingin bersaing dan memenangkan pertarungan dalam pasar bebas, syaratnya harus menguasai IT,” tuturnya. Dengan menguasai IT, maka produk UMKM dapat memiliki pasar yang lebih luas. Sebab mereka bisa memasarkan produknya secara online sehingga dapat diakses masyarakat di seluruh dunia. “produknya dikenal luas sehingga menambah banyak jumlah pembeli, dan mempermudah pelanggan dalam melakukan order atau pembelian barang tanpa keluar dari rumah. Untuk itu, pihak Kementerian Koperasi dan UKM akan terus memberikan pelatihan pada pelaku UMKM di seluruh Indonesia agar memanfaatkan media online untuk memasarkan dan promosi produk-produk mereka. “Program ini hanya sebagai stimulan bagi UMKM lain. Diharapkan pelaku UMKM yang mengikuti kegiatan ini kelak bisa menularkannya pada pengusaha kecil lain. Setiap tahun kita melakukan kegiatan ini di 6 propinsi,” ungkap Mangatas yang . Menurutnya, penggunaan media sosial online sebagai wadah promosi produk UMKM milik pelaku usaha di Indonesia masih minim. Padahal usaha kecil memerlukan media sosial online untuk mengenalkan produknya dan penggunaan internet mampu memberikan dampak yang besar terhadap kemajuan usaha. Berdasarkan data Kemenkop UKM, saat ini di seluruh Indonesia baru sekitar 0,15% pelaku UMKM yang mempromosikan produknya secara online. Jumlah itu setara dengan 83.000 pelaku UMKM di Indonesia. “Di Indonesia berjumlah sekitar 55,2 juta, namun yang memanfaatkan internet sebagai media promosi hanya sekitar 83.000 saja,” tuturnya. Kegiatan Temu Solusi Pemasaran Produk KUKM melalui Media Online berlangsung selama sehari mulai dari jam 08.00 sd 17.00. Pada hari itu peserta mendengarkan penyampaian motivasi dari penulis buku Man Jadda Wa Jada, Akbar Zainuddin. Serta materi dari Hardi Vizon, pemilik toko online mainanbocah.com, yang menjual mainan anak-anak. Materi yang disampaikan mulai dari pengetahuan sarana apa saja yang bisa dipakai untuk promosi, kelemahan dan kelebihan masing-masing media, cara pembuatan dan pengembangan, hingga konsekuensinya. Peserta yang dipilih yaitu pelaku usaha yang sudah bisa menggunakan komputer, kemudian ada kemauan untuk belajar, dan punya visi untuk mengembangkan usahanya.Melalui blog ini Budi Santosa pemilik usaha Susu Beras Merah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mengundang dan memberi motivasi untuk mengembangkan produk dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan bahkan daoat menarik devisa daei luar negeri, khusus kepada

Budi Santosa dan Akbar ZainudinMas Akbar Zainuddin dengan Man Jadda Wajada nya dan Ambo Hardi Vison dengan mainanbocah nya acungan jempol setinggi-tinginya semoga kita ketemu lagi di puncak kejayaan dibidang masing-masing

Summary
 Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus membekali diri dengan kemampuan IT (Information and Technology) dan ilmu marketing. Tujuannya, agar produknya semakin dikenal dan mampu bersaing dengan produk asing yang semakin membanjiri pasar dalam negeri. “Selain itu, mereka juga harus bisa memasarkan produknya dengan baik sehingga konsumen tertarik membelinya,” kata Pejabat Deputi Urusan Informasi…